top of page

Think Connect #3 Menyoroti Isu Kritis Menjelang Pemilu 2024

Diperbarui: 19 Okt 2023


Ilustrasi Think Connect

Seiring mendekatnya pemilihan umum di Indonesia, Think Connect #3 bertema “Melek Isu Sebelum Pemilu” menjadi ruang diskusi untuk membahas isu-isu mendesak saat ini. Diskusi mencakup berbagai topik mulai dari polusi udara, pendidikan, regulasi rokok, kebocoran data, kebebasan berekspresi, hingga pembangunan IKN melalui pendekatan people, process, and solution.


Dalam Think Connect #3 “Melek Isu Sebelum Pemilu”, berbagai individu dengan latar belakang yang berbeda melahirkan beragam perspektif dalam melihat berbagai isu yang sedang hangat dibicarakan. Berikut ringkasan dari berbagai topik yang didiskusikan:


Polusi Udara


Para peserta dalam Think Connect #3 sepakat bahwa Pemerintah Indonesia belum menunjukkan keseriusan dalam menangani polusi udara. Berbagai pihak telah memberikan gagasan solusi permasalahan polusi udara, namun kita masih terpaku dalam diskusi solusi mana yang benar.


Pemandangan Monas dengan Polusi Udara | source: AFP/YASUYOSHI CHIBA
Pemandangan Monas dengan Polusi Udara | Source: AFP/YASUYOSHI CHIBA
Nyatanya, semua solusi harus diimplementasikan, namun karena terbatasnya sumber daya dan situasi yang semakin mendesak membutuhkan kita untuk memprioritaskan solusi

Pendekatan people, process, and solution bisa menjadi salah satu opsi terintegrasi yang dilakukan untuk mengatasi hal tersebut.


Dalam konteks people, pemerintah dapat mempromosikan penggunaan transportasi publik dan Bike to Work ke masyarakat, serta memberlakukan sistem Work From Home (WFH).


Dalam konteks process, berbagai elemen masyarakat dapat memanfaatkan momentum pemilu untuk memilih pemangku kepentingan yang paham mengenai isu polusi udara.


Dalam konteks solution, pemerintah dapat memberlakukan kebijakan reboisasi, mengubah sistem transportasi yang lebih minim emisi, dan mengalokasikan pendapatan dari pajak kendaraan untuk penangggulangan polusi udara.


Kebijakan Zonasi dan Sistem Pendidikan di Indonesia


Terkait kebijakan zonasi pendidikan yang bertujuan untuk meratakan aksesibilitas dan kualitas pendidikan antar daerah, kebijakan ini menimbulkan tantangan lain seperti keterbatasan tempat yang disediakan dan membatasi hak siswa untuk pendidikan berkualitas sesuai dengan minat dan bakat mereka.


Suasana Kegiatan Belajar Mengajar di Kelas
Suasana Kegiatan Belajar Mengajar di Kelas

Berdasarkan hasil diskusi Think Connect #3, dapat diambil kesimpulan bahwa sistem zonasi tidak dapat berjalan dengan optimal jika tidak diiringi dengan penguatan kualitas sekolah dan peningkatan kesejahteraan guru.

Pendekatan people, process, and solution menjawab tantangan yang ada. Pertama, Pemerintah Indonesia perlu untuk memastikan bahwa kuantitas dan kualitas pendidikan di berbagai tingkat dan daerah telah terpenuhi.


Kedua, Pemerintah Indonesia juga perlu untuk memastikan bahwa jumlah sekolah telah memenuhi kebutuhan tiap daerah.


Ketiga, kesejahteraan guru juga perlu diprioritaskan untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai dalam sistem pendidikan Indonesia.


Regulasi Rokok


Hasil diskusi Think Connect #3 sepakat bahwa kebiasaan merokok kini mulai menyasar kelompok usia anak-anak. Untuk itu, penaikan cukai rokok menjadi opsi yang mulai diterapkan.


Namun, kenaikan harga cukai tidak mampu mengurangi kebiasaan merokok di kalangan masyarakat Indonesia. Para perokok cenderung mengalihkannya kepada jenis-jenis rokok baru seperti vape.

Jenis rokok dan rokok elektrik (vape) | soJenis rokok dan rokok elektrik (vape) | source: Top Businessurce: https://www.topbusiness.id/76704/regulasi-rokok-elektrik-perlu-terpisah-rokok-beda-dengan-narkotik.html
Jenis rokok dan rokok elektrik (vape) | Source: Top Business

Dalam pendekatan people, process, and solution, Pemerintah Indonesia dapat melakukan beberapa hal seperti perlu diberlakukannya regulasi ketat terkait dengan cukai rokok, khususnya untuk jenis rokok baru seperti vape.


Selain itu, perlu adanya penegakkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) untuk mengatasi dampak lingkungan dari rokok. Namun, pendekatan people yang bersifat behavioral change harus tetap diprioritaskan terutama ketika rokok mulai menyasar anak-anak.


Kebocoran Data


Dengan perkembangan teknologi informasi dan teknologi, kebocoran data menjadi persoalan yang terus mengancam masyarakat Indonesia. Fenomena ini diperparah dengan peran Kementerian Komunikasi dan Informasi yang tidak efektif serta belum adanya aturan turunan yang khusus melindungi data pribadi di Indonesia.


Ilustrasi Langkal Membocorkan Data | sIlustrasi Langkal Membocorkan Data | source: Okezoneource: https://nasional.okezone.com/read/2023/07/05/337/2841878/viral-dugaan-kebocoran-data-paspor-34-juta-wni-dirjen-imigrasi-pastikan-lakukan-penelusuran
Ilustrasi Langkal Membocorkan Data | Source: Okezone

Lebih spesifik lagi, peserta diskusi Think Connect#3 melihat belum diaturnya tanggung jawab pasca kebocoran data terutama jika pihak yang melakukannya adalah pihak swasta atau pihak yang sulit terindikasi.

Dalam pendekatan people, process, and solution, komponen manusia (people) memiliki peran kunci dengan meningkatkan kesadaran tentang keamanan data dan memberikan pelatihan kepada seluruh anggota organisasi.


Proses (process) juga sangat penting dengan adanya evaluasi risiko rutin untuk mengidentifikasi potensi kerentanan dalam sistem dan prosedur yang dapat menyebabkan bocornya data.


Solusi (solution) teknologi juga bisa diterapkan, seperti enkripsi data untuk melindungi integritas informasi sensitif, pengamanan fisik untuk mencegah akses yang tidak sah, serta pemanfaatan teknologi keamanan seperti firewall dan sistem deteksi intrusi.

Melalui integrasi erat ketiga komponen ini, pendekatan ini memberikan perlindungan holistik terhadap kebocoran data dengan mengakui peran manusia, pengaturan proses yang cermat, dan penerapan solusi teknologi yang tepat.


Merosotnya Kondisi Kebebasan Berekspresi di Indonesia Akibat UU ITE


Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) telah menjadi perhatian internasional dan juga dalam masyarakat Indonesia sendiri. Meskipun UU ITE memiliki tujuan awal untuk mengatur transaksi elektronik dan perlindungan data, penggunaannya dalam menangani ekspresi online dan aktivitas di media sosial telah menimbulkan beberapa isu serius.


Infografis UU ITE | source: @ICJRid
Infografis UU ITE | Source: @ICJRid

UU ITE telah digunakan sebagai alat untuk mengintimidasi mereka yang berusaha mengungkap kebenaran atau mengkritik ketidakbenaran. Salah satu kritik utama terhadap UU ITE adalah ketidakjelasan dalam definisi dan batasan pelanggaran.


Hal ini memberikan kewenangan yang luas kepada pihak berwenang untuk menafsirkan undang-undang sesuai kepentingannya, yang dapat menyebabkan penyalahgunaan kekuasaan.


Diskusi Think Connect #3 membahas melalui komponen people, fokus diberikan pada meningkatkan kesadaran dan edukasi di kalangan masyarakat mengenai hak-hak kebebasan berekspresi serta dampak dari UU ITE yang berpotensi merugikan. Kampanye dan advokasi juga penting untuk membangun dukungan luas dalam masyarakat untuk perubahan atau revisi UU ITE.


Aspek process penting untuk menyelesaikan konflik ini melalui dialog terbuka dan kolaborasi. Forum diskusi, konsultasi publik, serta partisipasi masyarakat sipil dan ahli hukum harus ditingkatkan untuk mengidentifikasi permasalahan konkret dalam UU ITE dan merumuskan solusi yang lebih seimbang.


Dalam solution, langkah-langkah yang konkret bisa diambil untuk mengatasi permasalahan, seperti revisi atau amandemen UU ITE yang harus dipertimbangkan untuk menyempurnakan hukum tersebut agar lebih sesuai dengan prinsip-prinsip kebebasan berekspresi dan hak asasi manusia, serta mekanisme pengawasan independen dan transparan juga diperlukan untuk memastikan penerapan UU ITE tidak disalahgunakan.


Pembangunan IKN


Usulan perpindahan ibukota ke IKN juga memicu pembahasan pada Think Connect #3. Meskipun keputusan untuk mengembangkan IKN memiliki potensi positif dalam menerapkan konsep kota berkelanjutan dan ramah lingkungan di tingkat global,


namun IKN harus tetap dipastikan untuk memiliki resiliensi terhadap perubahan iklim dan bencana alam.

Foto Perkembangan IKN | source: Rony Zakaria/Getty Images
Foto Perkembangan IKN | Source: Rony Zakaria/Getty Images

Berbagai solusi berbasis bukti dan empati perlu diambil melalui pendekatan people, process, and solution. Dalam konteks people, perlu adanya penerapan sistem monitoring lingkungan yang ketat dan transparan, peningkatan kesadaran publik terhadap penggunaan anggaran dan implementasi proyek, serta perlindungan mata pencaharian dan sinergi dengan masyarakat lokal, termasuk masyarakat adat.


Dalam konteks process, perlu ada perubahan dalam kebijakan dan perencanaan yang lebih matang, serta penelitian mendalam mengenai dampak ekonomi terhadap masyarakat sekitar.


Dengan mengintegrasikan berbagai aspek ini, solution yang diharapkan dalam pembangunan IKN dapat berjalan lebih seimbang dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan yang ada.


Think Connect merupakan pertemuan bulanan komunitas kami untuk memperluas jaringan, mendiskusikan masalah, dan berkolaborasi.


Yuk bergabung menjadi bagian dari Troops sekarang!


Didirikan pada tahun 2019, Think Policy adalah platform satu pintu yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas ekosistem kebijakan publik di Indonesia. Area intervensi Think Policy berfokus pada aspek SDM, proses dan solusi dan tiga isu-intergenerasi: (1) Ekonomi Hijau, (2) Transisi Digital, dan (3) Inklusi Sosial. Think Policy menyediakan serangkaian dukungan dan produk mulai dari Academy, Insight, Forum, Community, dan Advisory. Dalam tiga tahun terakhir, Think Policy telah memberi dampak lebih dari 6.000 profesional kebijakan dari 200+ institusi publik dan swasta di seluruh negeri dan menjangkau 43.000+ audiens.




Kenali gerakan independen Bijak Memilih menjelang Pemilu 2024






104 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page